Relasi Akademis-Praktis dalam Pendidikan Ilmu Komunikasi
Ilmu komunikasi saat ini sudah menjadi disiplin ilmu yang terbuka. Karena itulah, dalam tataran praktis ilmu komunikasi dapat dikuasai oleh siapa saja. Kondisi inilah yang kemudian oleh sebagian akademisi dinilai sebagai “intervensi” bahkan “penjajahan” terhadap disiplin ilmu komunikasi. Padahal, tentunya dunia kerja yang notabene dunia profesional mempunyai pandangan berbeda. Ketika lulusan ilmu komunikasi memasuki dunia praktis, yang dibutuhkan bukan hanya keilmuan semata. Tapi harus memiliki kemampuan dan keahlian. Realitas inilah yang seyogianya menjadi perhatian perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Read more…
Bila Penguasa Alergi Media
KONFERENSI pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin (11/7/2011) lalu mendapat kecaman dari banyak kalangan. Pasalnya pada pidato tersebut, SBY justru mengkritik pemberitaan media yang selama ini mengekspos kasus korupsi yang diduga melibatkan kader partainya. Bukan memberi keterangan substantif tentang upaya memerangi dan mengungkap skandal korupsi tersebut. Dari sekian banyak kasus korupsi yang diduga melibatkan lingkaran kekuasaan, Presiden SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat justru mempersoalkan secuil berita yang bersumber dari BBM (BlackBerry Messenger) dan SMS, dari pihak yang mengaku Nazaruddin kepada wartawan yang isinya mendiskreditkan Partai Demokrat.
Mimpi Cyber City
Kota Pekanbaru dalam satu dekade terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dibanding kota-kota lainnya di Sumatera. Pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari perkembangan infrastruktur, pusat-pusat perekonomian dan pendidikan. Namun akan semakin lengkap bila pertumbuhannya juga menyentuh sektor teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga Pekanbaru layak disebut cyber city. Peringatan HUT Pekanbaru ke-227 lalu bisa menjadi origin point untuk mencapai tujuan tersebut. Read more…
Urgensi Komunikasi Lingkungan
(Memaknai Hari Lingkungan Hidup)
Isu lingkungan masih menjadi perbincangan seksi. Bukan hanya karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia, tapi lebih disebabkan semakin meningkatnya permasalahan lingkungan. Mulai bencana alam yang disebabkan faktor lingkungan akibat ulah manusia, hingga perubahan iklim yang tak terkendali. Read more…
Kebangkitan Nasional dan Kebangkitan Lokal
Tanggal 20 Mei 1908 lalu, berdiri sebuah organisasi bernama Boedi Oetomo, yang merupakan perkumpulan kaum muda berpendidikan yang peduli terhadap nasib bangsa. Hari itu pun dikenang sebagai hari bersejarah yang sarat simbol patriotisme kaum intelektual melawan hegemoni kolonialisme. Pada masa itu, bangkit kesadaran kesatuan kebangsaan kaum terpelajar untuk menentang penjajahan Belanda yang telah berabad-abad lamanya berlangsung di tanah air. Karena dinilai sebagai cikal bakal kebangkitan nasional bangsa Indonesia, maka tanggal 20 Mei dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Read more…
Menggali CSR untuk Perpustakaan
Tanggal 17 Mei sebagai Hari Perpustakaan Nasional nyaris hilang dari ingatan kita. Padahal perpustakaan yang identik dengan spirit budaya membaca berperan penting untuk membentuk karakter dan kecerdasan bangsa. Karena itulah, untuk merawat kecerdasan bangsa tersebut perlu berbagai langkah strategis dalam pengembangan perpustakaan. Salah satunya dengan menggali peran perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Read more…



