Skip to content

Visual Branding dalam Periklanan

April 4, 2010

Branding adalah suatu kegiatan investasi, yang biasanya menelan biaya yang cukup besar. Dimulai dari penamaan (penentuan brand), pembuatan logo brand/merk, hingga kegiatan brand building yang meliputi positioning, launching, sustaining hingga rejuvenating. Kegiatan branding adalah merupakan sebagian dari kegiatan marketing, yakni suatu upaya untuk memasarkan merk ke dalam suatu pasar. Masalah sales/penjualan hanyalah sebagian dari masalah marketing ini.

Suatu kegiatan branding yang berhasil bisa membuat suatu brand/merk memiliki nilai tersendiri yang bisa diperjual belikan. Contohnya banyak sekali, antara lain adalah merk Electrolux, yang sudah dikenal masyarakat sebagai merk vacuum cleaner dan mesin cuci yang berkualitas tinggi serta tahan lama. Karena persepsi masyarakat yang kuat ini, merk tsb. bisa dijual kepada investor dengan nilai tinggi. Sementara pemilik aslinya bisa tetap memproduksi produk serupa tetapi dengan merk lain yakni “Lux”. Saat ini, merk yang memiliki nilai tinggi di dunia antara lain adalah Coca Cola dan Disney.

Branding adalah upaya untuk membangun image tentang suatu merk produk atau jasa di benak konsumen. Suatu brand/merk yang sudah memiliki perceived quality yang kuat bahkan mampu menipu lidah konsumen-nya. Hal ini banyak terbukti dalam blind test yang sering dilakukan oleh pemilik brand yang sedang memimpin pasar.

Visual Branding?

  • Visual Branding: pengaruh yang diakibatkan oleh suatu bentuk visual untuk mendiferensiasikan brand.
  • Mendiferensiasikan brand: membedakan brand tersebut dari brand kompetitor, sehingga dapat terlihat dan dirasakan menonjol dibanding yang lain dan paling diingat audiensinya (tingkat reminding-nya tinggi)

Elemen Penting Visual Branding

  • Brand (merek, logo) yang bisa berbentuk visual (image), teks atau keduanya.
  • Warna (produk, korporat).
  • Komposisi semua elemen penyusunnya.

Ketiga hal di atas diimplementasikan menjadi Brand Identity Perusahaan/ Produk kemudian dikomunikasikan melalui media lini atas dan lini bawah. Tujuannya agar brand tersebut bisa dikenal audiensnya: Dilihat secara visual dan diterima di hati

Kenapa Visual Branding Penting?

  • Kompetitor produk sejenis semakin banyak, sehingga pilihan konsumen semakin beragam.
  • Brand produk yang paling diingat konsumen akan menjadi pilihan.
  • Ribuan merek berkeliaran menggoda mata di televisi, supermarket, di warung-warung kecil, di pinggir jalan. Tidak semua bisa diingat oleh konsumen.
  • Brand yang dimanage dengan cerdas oleh produsen berpeluang menjadi top brand.
  • Supply melebihi demand: dari 10 produk sejenis yang dilempar ke market, 6-7 produk akan rontok di tahun pertama, kemudian hanya 1 atau 2 produk yang akan survive setelah 5 tahun berjalan.

Tujuan Visual Branding

  • Hasil dari visual branding tidak bersifat instan, tetapi long term goal: yaitu kontinuitas dan stabilitas pendapatan atas brand produk atau servis yang dimilikinya.
  • Tujuan visual branding bukan knaikan omzet yang sporadis atau temporer untuk akhirnya merugi dalam perjalanannya.

Strategi Visual Branding

(Marty Neumeier dalam The Brand Gap)

1. Diferensiasi: Untuk berhasil sebuah produk harus memiliki pembeda yang unik dengan produk lain. Pembeda bisa dari kategori produknya sendiri, segmentasi, kualitas atau packaging-nya.

2. Kolaborasi: Brand building tidak bisa semuanya dikerjakan oleh produsen. Dibutuhkan kerja sama dengan agency, institusi terkait, juga dengan konsumen sebagai target market. Konsumen juga harus didengarkan pendapatnya, tidak sekadar dijejali promosi terus menerus yang malah menimbulkan antipati.

3. Inovasi: Brand yang tidak diremajakan atau direvitalisasi akan lenyap oleh waktu. Konsumen juga punya sikap boan, sehingga harus disegarkan pandangan dan ingatannya.

4. Evaluasi: Tingkat penerimaan target audiens atas sebuah brand harus dilacak dan diketahui. Biasanya survey dilakukan untuk melihat tingkat penerimaan khalayak.

5. Manajemen Brand: Brand tidak hidup di lembar-lembar iklan atau bersuara di radio. Brand hidup di otak dan hati konsumennya. Juga di budaya perusahaan produsennya. Karena itu harus tetap hidup dan bergerak sesuai zamannya. Ex: Coca Cola dan Sosro, hidup dari generasi ke generasi.

Keuntungan Memiliki Brand yang Kuat

  • Kesetiaan pelanggan yang lebih besar
  • Bisa lebih bertahan dalam menghadapi persaingan
  • Bisa lebih bertahan dalam menghadapi krisis
  • Margin profit yang lebih besar
  • Konsumen bisa lebih toleran bila produsen menaikkan harga
  • Konsumen bisa lebih senang bila produsen menurunkan harga
  • Mendapat dukungan dan kerja sama yang lebih baik
  • Komunikasi dan promosi yang lebih efektif
  • Peluang lisensi lebih terbuka
  • Peluang perkembangan atau brand extention yang lebih terbuka

Knowlende tentang Brand Bergantung Pada:

  • Elemen-elemen atau identitas yang memebentuk brand tersebut.
  • Program marketing yang mendukung serta bagaimana integrasinya dengan brand tersebut.
  • Hal-hal yang bisa dihubungkan dengan brand tersebut secara tidak langsung (misal orang atau benda lain).

13 Penyebab Kematian Merek

1. Kesalahan elemen merek

Di zaman serba terbuka harus waspada terhadap nama merek yang mungkin bermasalah. Apalagi isu mudah tersebar melalui blog atau jejaring sosial. (Ex: Audi RS6>White Power, Mazda MR> Selera Rakyat,)

Segala macam elemen merek juga harus mencerminkan janji yang diberikan perusahaan kepada konsumennya

2. Kesalahan STP (segmentasi, target market, positioning)

Di zaman borderless segmentasi geografis harus dihilangkan. Demikian pula dengan positioning juga harus jelas di antara banyak pesaing.

3. Kegagalan ide

Di zaman yang serba cepat ini, ide buruk akan cepat tersingkir dan ide baik akan cepat terimplementasi. Namun pada copycat (peniru) ide bisa menjadi ancaman yang membunuh. Sehingga produsen tidak boleh berhenti berinovasi.

4. Kegagalan menganalisa pasar

Analisa pasar menjadi dasar awal sebelum memulai bisnis. Dengan perkembangan yang semakin cepat, kadangkala riset pemasaran sudah tidak bisa melihat apa yanhg akan terjadi di masa depan. Sehingga bisa jadi prediksi salah dan produk cepat basi.

5. Kegagalan ekstensi merek

Diaman serba kompetitif ini, pemilik merek memang muah tergoda untuk mengekstensikan mereknya ke produk-produk lain. Alasannya membangun merek baru terlalu merepotkan. Namun kalau terlalu jauh, akibatnya juga bisa fatal. Ekstensi merek yang berlebihan memang masih menjadi tren kegagalan merek masa kini.

6. Kegagalan dalam public relations (PR)

Di era social network, isu-isu menjadi semakin penting untuk diperhatikan oleh merek. Sarana-sarana seperti milis atau blog sampai YouTube akan semakin memperburuk merek dan menjatuhkan secara cepat.

7. Kegagalan komunikasi merek

Isu pemilihan media menjadi hal yang semakin penting dewasa ini. Demikian pula komunikasi pemasaran melalui media juga harus tepat dan terarah. Salah-salah bisa salah sasaran dan memberi persepsi buruk. Semakin lama pengiklan akan menggeser iklannya pada media-media yang lebih segmented dan jelas target marketnya.

8. Proses rebranding

Rebranding pada masa sekarang harus semakin berhati-hati. Konsumen semakin kritis bersuara bila rebranding-nya ternyata tidak sesuai dengan harapan mereka.

9. Persoalan teknologi

Kini memang zamannya teknologi. Namun tak selamanya teknologi canggih selalu diminati. Penggunaannya yang terlalu rumit menjadi kendala utaa.

10. Kegagalan budaya pasar

Pasar boleh semakin terbuka, tapi budayanya tidak bisa diabaikan karena bisa memengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk.

11. Kegagalan dalam After sales service

Presales, during sales, dan after sales sevice bukan “harga” yang bisa ditawar-tawar. Jadi bila itu diabaikan, maka produk harus siap-siap “gugur di medan perang”.

12. Kegagalan merek tunggal

Produsen hidup di dunia yang serba jaringan. Tidak ada tempat bagi produsen yang ingin memonopoli sesuatu atau memiliki standar sendiri.

13. Merek yang ketuaan

Pelan-pelan, merek-merek yang sudah melanglang buana selama puluhan bahkan ratusan tahun akan mati. Penyebabnya antara lain kehilangan relevansi, pencitraan yang sudah uang, dan positioning pesaing yang lebih baik.

BAHAN BAKU:

  • M Arif Budiman. 2008. Jualan Ide Segar. Galang Press.
  • Majalah Marketing Edisi 06/IX/Juni 2009
  • Majalah Marketing Edisi 01/X/Januari 2010
  • Majalah Marketing Edisi 02/X/Februari 2010
  • Majalah Marketing Edisi 03/X/Maret 2010
  • Blog Naskah Iklan (http://naskahiklan.blogspot.com)
  • Beberapa sumber lainnya yang relevan.

(Konten  ini merupakan handout materi perkuliahan Dasar-Dasar Periklanan pertemuan VII. Dipublikasikan untuk keperluan belajar-mengajar dan sharing pengetahuan)

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: