Biography
M Badri lahir di sebuah dusun kecil di kaki Gunung Kelud, Kabupaten Blitar (Jawa Timur), 13 Maret 1981. Namun sejak tahun 1986 hijrah mengikuti orang tua sebagai transmigran yang ditempatkan di belantara Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Menikmati masa kecil dalam dekapan liar tumbuhan rimba dan kesejukan air di rawa-rawa yang menjadi tempat bermain paling mengasyikkan. Menempuh pendidikan SD-SMP di Kuansing (SDN 013 Sungaibuluh pada tahun 1986-1992 > SMP Perintis Simpangraya: sekarang SMPN 3 Singingi Hilir pada tahun 1992-1995), sedangkan SLTA di SMAN 1 Talun, Blitar, pada tahun 1995-1998. Tahun 2004 menyelesaikan studi S1 di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) dan mendapat predikat sebagai wisudawan berprestasi di bidang penggerak organisasi dan penulisan kreatif. Saat mahasiswa S1 aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan internal dan eksternal kampus, antara lain Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Tabloid Mahasiswa AKLaMASI dan Ketua Senapelan Writers Association (SWA).
Menulis artikel ilmiah populer dan sastra di sejumlah media lokal dan nasional serta beberapa kali menjuarai perlombaan kreatif antara lain: pemenang pertama lomba penulisan ilmiah populer Piala Gubernur Riau (2003), pemenang lomba cerpen mahasiswa se-Riau (2004), pemenang pertama lomba puisi lingkungan hidup se-Riau (2004), pemenang lomba karikatur se-Riau PPMR Riau Pulp (2005), pemenang lomba puisi online se-Sumatera (2005), sejak tahun 2002 – 2005 turut menjadi pemenang lomba cerpen, puisi, esai Laman Cipta Sastra se-Riau Dewan Kesenian Riau (terakhir pemenang pertama puisi Laman Cipta Sastra 2005), pemenang pertama lomba logo PPLH IPB (2006), nominator lomba cipta puisi nasional “Krakatau Award” Dewan Kesenian Lampung (2006), pemenang pertama Sayembara Menulis Cerpen Nasional Festival Kreativitas Pemuda 2006 yang diadakan Creative Writing Institute (CWI) bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (2006), pemenang “Cerpenis Berbakat” lomba cerpen HUT PARLE (2007), pemenang pertama Ajang Kreasi Kumpulan Cerpen Escaeva-Bukukita(dot)com (2007), pemenang pertama kontes penulisan puisi nasional “Tafsir Bebas Gurindam Duabelas” Raja Ali Haji Award, Dewan Kesenian Kepulauan Riau (2007), pemenang Karya Terpuji Lomba Puisi “Cinta” Tabloid Nyata (2008] dan pemenang harapan lomba desain maskot budaya korporat IPB BHMN (2008).
Beberapa cerpen, puisi dan esainya terangkum dalam buku Magi dari Timur (Sagang, 2003), Rembulan Tengah Hari (Dewan Kesenian Riau, 2004), Belantara Kata (Senapelan Writers Association, 2004), Seikat Dongeng Tentang Wanita (Sagang, 2004), Satu Abad Cerpen Riau (Sagang, 2004), Dian Sastro for President: End of Trilogy (Akademi Kebudayaan Yogyakarta dan INSIST Press, 2005), Tafsir Luka (Sagang, 2005), Jogja 5.9 Skala Richter (Bentang dan KSI, 2006), Jalan Pulang (Sagang, 2006), Loktong (CWI-Menpora, 2006), Selat Melaka (BKKI-UIR Press,2007), Tembang Bukit Kapur (Escaeva, 2007) Keranda Jenazah (Sagang, 2007) , Krisis Sastra Riau (Sagang, 2007), Tamsil Syair Api (Sagang, 2008), Pipa Air Mata (Sagang, 2008), Ziarah Angin (Sagang, 2009) dan Kolase Hujan (Sagang, 2009). Bersama Husnu Abadi menulis buku Leksikon Sastra Riau (BKKI-UIR Press, 2008), mendapat nominasi Buku Pilihan Anugerah Sagang 2009. Kumpulan cerpen tunggalnya “Malam Api’ (BKKI-UIR Press, 2007) mendapat nominasi Buku Pilihan Anugerah Sagang 2007.
Pernah bekerja sebagai jurnalis, desainer grafis, dan kartunis sejumlah media massa di Pekanbaru, kemudian berhenti untuk melanjutkan studi. Awal 2008 menyelesaikan studi S2 (Magister Sains/MSi) di Program Magister Komunikasi Pembangunan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Saat menempuh program pascasarjana aktif sebagai Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB. Kini bergiat sebagai Wakil Sekretaris Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Provinsi Riau dan Wakil Sekjen DPD Himpunan Alumni IPB Riau. Bekerja sebagai Managing Editor riaubisnis.com (Riau Investment Corporation) dan dosen luar biasa di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, sambil terus menulis (wartawan, ilmuwan, sastrawan). Blog lainnya: http://negeribadri.blogspot.com. E-mail: negeribadri@yahoo.com. HP: 0819 760 4143. [*]




hai Wak!.., bolehkah balita masuk ruang dosen?
bagaimana supaya balita bisa pintar setelah Alita?
salam,
Daffa
Boleh-boleh….
Ruang ini bisa dikunjungi Balita, Palita (Papanya balita) n Dalita (Datuknya balita)
Huehehehe….
Supaya pinter gak boleh sering2 sembunyi di bawah meja, uwaaaahahaha…
salam
Pa’ Le’
Assalamu’alaikuuuuum…,
*Sebelum Ramadhan melintas batas,
**Sebelum Syawal menebar fajar,
Kami datang ke “Ruang (Om Badri) Dosen” berbajukan tulus bersandalkan ikhlas menggendong bakul kosong sambil bertutur “ Isilah Bakul Kami ini dengan Maaf Lahir dan Bathin”.
Agar Jiwa ini nyaman dalam perjalanan pulang, Terimalah THR ( Tuntunan Hari Raya ) dari Daffa & Opa “Selamat Idul Fitri 1429 H , minal aidin wal faidzin”, semoga kita dipertemukanNya kembali di Ramadhan taon depan, amin ya rachman, yaa rachim, amin yaa maha perancang segala peristiwa.
Wassalamualaikum,
Daffa (balita)
&
Opa (Dalita)
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin, buat Daffa dan Opa…
Whey prestasi ruarrr biasa…….dan ngak nyangka Mas Badri satu perguruan dengan saya….Komunikasi Pembangunan IPB Bogor….saya angkatan 1995 Mas…..salam hangat dari Fikom Unpad Bandung….bangga punya satu alumni dengan prestasi luar biasa….Masih sempat belajar dengan Pa Amri waktu kuliah? Ada komen…..
Trims udah mampir kang…
Senang dikunjungi pakar komunikasi sosial Unpad nich…
Bisa nimbrung ikutan kuliah di unpad online,hehehe…
Salam
Wah wah keren Pak CVnya …
Salam hangat dan salam persaudaraan dari Bocahbancar…
Assalammu’alaikum mas Badri… ko ga pernah ketemu ya di Komunikasi UIN ? Mas megang mata kuliah apa? Komunikasi inovasi kah? Smester ini ngajar ga?
To: Thia
Wss.
Saya ngajar sabtu saja, soalnya senin – jumat full di kantor. Tahun lalu ngajar komunikasi inovasi, semester kemarin kapita selekta jurnalistik dan komputer jurnalistik (ditambah dengan dua kelas dasar2 fotografi dan foto jurnalistik di pers grafika). Semester ini, cuma komputer grafis. Mau dikasih komunikasi inovasi, rupanya jadwal tak bisa sabtu. Saya selain sabtu tak bisa ngajar. Jadinya satu maka kuliah saja…
Kalo Thia?
ass..pak Badri..saya Erna mahasiswa UT Selatpanjang..saya udah baca semua tentang bapak,saya salut sama prestasi yang bapak raih,walaupun baru 2 kali pertemuan ma bapak tapi materi yang bapak ajarkan bisa dicerna dg baik walaupun serba exspress..pertanyaan saya apa rahasia bapak sehingga bisa sesukses ini n gimana caranya supaya kita bisa belajar atau memahami modul dg mudah..trms..
To: bu Erna yg baik…
Terimakasih sudah mampir ke ruangan saya yg sederhana dan sempit ini. Senang juga bisa berbagi sedikit ilmu yg saya miliki dg bapak2 n ibu2 di Selatpanjang. Memang saya akui, sangat express menjelaskan materi kemarin, karena waktu yg diberikan tidak sebanding dengan banyaknya materi. hehehe….
Mengenai sukses, saya merasa belum demikian. Masih banyak kekurangan dan harapan2 yang belum saya penuhi. Tapi kalau ibu blg begitu, ya alhamdulillah, karena itu namanya doa… Intinya, kalau ke depan kita ingin lebih baik dari sekarang, kita harus terus belajar (dalam segala hal)… Saya seorang otodidak (belajar sendiri/ tdk dari lembaga resmi). Saya dl tidak bisa menulis dg baik, kemudian saya belajar menulis sastra dan ilmiah, dg membeli buku, banyak membaca dan mempraktikkannya, kemudian mendiskusikannya dengan teman2. Begitu juga ketika aktif di koran kampus, saya pelajari semua hal yg bisa saya pelajari dengan otodidak. Sehingga saya bekerja malah di bidang komunikasi (media), bukan sesuai dg bidang studi saya kuliah. Setelah lulus S1, saya belum puas dg ilmu yg saya terima, makanya saya ambil S2 yg sesuai dg skill dan minat saya (komunikasi). Pengennya lanjut lagi kuliah, nunggu ada kesempatan…
Karena belajar memang tidak ada batasan, sebab hidup ini memang untuk belajar (menjadi lebih baik lagi)…
Belajar memahami modul dg mudah, sebenarnya bisa dilakukan dg memahami isi modul yg diberikan lalu mengamati atau mempraktikkan materi2 yg sudah disusun dalam modul. Karena memang belajar hanya dari modul lebih sulit dari belajar kalau ada dosennya. Soalnya dengan modul hanya komunikasi satu arah. Sedangkan kalau ada dosen bisa interaktif (dua arah) dan didiskusikan bersama kalau ada masalah. Tapi melihat semangat bpk2 n ibu2 mhs UT di Selatpanjang, saya yakin bisa mudah memahami semua modul yg diberikan. Intinya memang, dibaca, diamati dalam kehidupan sehari2, sehingga kita bisa mengambil inti sari ilmunya…
Semoga sukses dan tetap semangat…
Salam, untuk semua kawan2 di sana…
Terima kasih atas balasan bapak,saya akan coba mengikuti saran yang bapak berikan,dan kami disini tetap menantikan kehadiran bapak dikota kami,n mudah2an kami bisa menerima materi yang bapak berikan dg baik..amin..btw diprofil bapak knp ga ada menyinggung tentang keluarga bapak..boleh saya tau siapa istri bapak n berapa orang anak?sebelumnya maaf…
salam Erna.Ms
Email : putricinday@yahoo.com
To: Bu Erna
Mengenai keluarga
Saya memiliki satu orang istri dan anak yang masih dalam kandungan (6 bulan). Istri saya sebelumnya wartawati salah satu media terbesar di Riau, tapi sekarang full jadi jadi IRT sambil menunggu keluarnya SK CPNS pegawai di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru. Kalau Bu Erna? Apa aktivitas skrg?
Kalau saya bendaharawan SMP Negeri 3 Selatpanjang,,untuk saat ini saya lebih fokus ma kuliah ketimbang kerjaan,karena banyak diberi tugas oleh dosen,lagian menurut orang-orang kuliah di UT agak sulit karena nilainya selalu ga keluar dan sering mendapat nilai E..apa benar?kenapa bisa begitu?apakah kehadiran mahasiswa / absensi tidak bisa sedikit membantu?n apakah kita harus menguasai setiap modul yang diberikan?saya mohon penjelasan dari bapak..thanks..
Kalau masalah manajemen UT dan nilai tidak keluar saya tidak tahu. Tapi biasanya kehadiran/ absensi mahasiswa berpengaruh terhadap nilai. Karena kuliah UT jarak jauh, memang mahasiswa dituntut untuk menguasai modul yang diberikan… Alias belajar mandiri,hehehe….
Bagaimanapun prosesnya, kalau kita serius belajar insya allah hasilnya akan baik…. semoga sukses…
ass…udah lama saya tidak masuk keruangan bapak..jadi kangen nich..oh ya kmrn nilai UT kami yang diselatpanjang sudah keluar n alhmdullih nilai saya agak lumayan tapi tetap aja ada D nya he..hee..cuma 2..Saya mo nanya ma bapak apakah nilai yang dari Jakarta itu udah clear?maksudnya apa udah ditmbah ma nilai tugas2 n ulangan kami sama 2 dosen?( b.inggris n ilmu komunikasi ) kalo blm berarti ada penambahan nilai lagi donk….mohon penjelasan Bapak..makasih..
Wss.
Trims udah mampir lagi ke sini…
Syukurlah kalo nilainya lumayan. Kalau masalah nilai UT saya tidak tau, soalnya saya tidak di manajemen UT. Kemarin cuma membantu Pak Anuar saja untuk mengajar. Kalau nilai kemarin 100 % dari Pak Anuar. Barangkali untuk lebih jelasnya kontak Pak Anuar aja….
Btw, masih ada kuliah pertemuan lagi semester ini?
Pertanyaan lain….biasanya kalo kita dapat nilai E berarti 0 n perlu diulang lagi, kalo kita dapat nilai D ( 1 ) gmana?apa prlu ngulang juga?n kalo kita dapat IP 2 koma apakah bisa nutupin nilai kita yang E dan D?mohon penjelasan Bapak..makasih….sukses untuk Bapak..
salam…
Sebaiknya kalau daapat nilai D atau E diulang lagi. Tapi kalau di UT saya tidak tau bagaimana kebijakannya, soalnya sistem semuanya berasal dari Jakarta.
Nilai D atau E mempengaruhi jumlah IP. Emangnya dapat dua koma berapa? Kalau di atas 2,75 sudah cukup lumayan lah…
ass..pak Badri..mo nanya nich..tapi agak sedikit pribadi, istri bapak udah melahirkan?kemarenkan katanya hamil 6 bln..apa anaknya?
dia udah PNS blm?
wass..
Wss. Alhamdulilah udah, tgl 25 Juni 2009 kemarin. Anaknya cowok. Masih nunggu SK dari Depag-BKN. Katanya akhir tahun ini. Aktivitas lancar disana kan? Sering ketemu dg kawan2 lainnya?
bagus penjelasannya.. bagaimana dengan essai atau kolom?? bisa di reply kan mas…
@Rara: Esai merupakan tulisan yang dibuat menggambarkan pendapat si penulis tentang persoalan tertentu yang coba dinilainya. Dalam KBBI esai disebut sebagai karangan prosa yg membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Kalau dengan kolom, pada hakikatnya contentnya sebenarnya sama. Cuma bedanya kolom umumnya berupa rubrik/ ruang (kolom) khusus yang diisi penulis tertentu (kolumnis) bahkan tetap, yang diberi kolom yang tetap pula. Tapi esai bisa berganti-ganti.
wah ternyata kakak senior saya di KMP….tulisannya bagus sekali mas, sangat membantu saya memahami komunikasi pembangunan.
Trims sudah mampir ke sini…
Mas Badri selamat ya udah jadi orang sukses, saya arif dan saya juga warga sungai buluh tepatnya RT03/RW01 skrng saya masih aktif menjadi mahasiswa UIR. Melihat fenomena di Sungai Buluh sebenarnya masyarakatnya banyak yang berpotensi contohnya adalah anda sendiri. Terus terang saya kagum dengan anda, boleh dong anda bagi2 ilmunya pada saya mas…? Terutama buat warga Sungai Buluh dan untuk memajukan Sungai Buluh kedepannya…Trim’s
Trims sudah mampir ke sini. Sukses juga buat Arif, semoga dapat mengabdikan ilmunya untuk perkembangan Sungaibuluh ke depan… Kalau saya, terlalu banyak beraktivitas di luar n jarang pulang, blm bisa berbuat banyak untuk Sei Buluh tercinta…
Salam utk kawan2 disana…