<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk </title>
	<atom:link href="http://ruangdosen.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangdosen.wordpress.com</link>
	<description>Scripta Manent Verba Volant</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Nov 2009 03:57:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Kontribusi Teori-teori Komunikasi dalam Komunikasi Inovasi oleh ruangdosen</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/10/kontribusi-teori-teori-komunikasi-dalam-komunikasi-inovasi/#comment-192</link>
		<dc:creator>ruangdosen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:57:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=43#comment-192</guid>
		<description>@fitri: nyarinya di buku komunikasi massa. Kalau berkomunikasi dengan email, itu masuk wilayah komunikasi antarpribadi. Semoga bermanfaat. Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@fitri: nyarinya di buku komunikasi massa. Kalau berkomunikasi dengan email, itu masuk wilayah komunikasi antarpribadi. Semoga bermanfaat. Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kontribusi Teori-teori Komunikasi dalam Komunikasi Inovasi oleh fitri</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/10/kontribusi-teori-teori-komunikasi-dalam-komunikasi-inovasi/#comment-191</link>
		<dc:creator>fitri</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=43#comment-191</guid>
		<description>mau tanya pak, teori information seeking itu nyarinya dibuku apa yaa??soalnya saya liat dibuku komunikasi teori tsb tdk ada, dan teori apa ya kira2 yg cocok dgn email??sebelumnya terima kasih atas bantuannya,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau tanya pak, teori information seeking itu nyarinya dibuku apa yaa??soalnya saya liat dibuku komunikasi teori tsb tdk ada, dan teori apa ya kira2 yg cocok dgn email??sebelumnya terima kasih atas bantuannya,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Peran PR dalam Membangun Citra Perusahaan melalui Program CSR oleh ruangdosen</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2009/01/15/peran-pr-dalam-membangun-citra-perusahaan-melalui-program-csr/#comment-189</link>
		<dc:creator>ruangdosen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 06:19:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/2009/01/15/peran-pr-dalam-membangun-citra-perusahaan-melalui-program-csr/#comment-189</guid>
		<description>Pada dasarnya CSR itu kepada semua pihak (stakeholders) yang berhubungan dengan korporasi baik karyawan, pelanggan, masyarakat sekitar, lingkungan, dan sebagainya. Jelas CSR beda dengan filantropi/charity, soalnya kedua hal ini bisa dibilang sedekah perusahaan kepada publik (karyawan, masyarakat, bahkan mungkin pemerintah). Sedangkan CSR berdasarkan UU merupakan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam. Tapi dalam praktiknya memang sesuatu yg bersifat filantropi/charity, dan tidak sustainable, sering diklaim sebagai CSR. Menurut saya CSR lebih dari sekadar filantropi dan charity. CSR yang ideal bagaimana memberdayakan stakeholders secara berkelanjutan dalam berbagai bidang. Sehingga korporasi tak hanya mencari profit, tapi juga bertanggungjawab memajukan masyarakat dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. CSR biasanya sudah diprogramkan dan dianggarkan oleh perusahaan. Sedangkan filantropi/charity, kadang insidential dan sekadarnya. Untuk meneliti itu, sebaiknya anda mengorek perusahaan yang dijadikan objek penelitian, apakah CSR tersebut masuk dalam program perusahaan atau tidak. Kalau ya, apakah setelah dijalankan ada evaluasi atau tidak, karena tingkat keberhasilan CSR biasanya dinilai dan diukur oleh perusahaan untuk merumuskan strategi CSR-nya ke depan. Sedangkan filantropi/charity, karena sekadar sedekah selesai diberikan ya sudah selesai begitu saja. Itu saya kira bedanya dengan CSR. Semoga membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya CSR itu kepada semua pihak (stakeholders) yang berhubungan dengan korporasi baik karyawan, pelanggan, masyarakat sekitar, lingkungan, dan sebagainya. Jelas CSR beda dengan filantropi/charity, soalnya kedua hal ini bisa dibilang sedekah perusahaan kepada publik (karyawan, masyarakat, bahkan mungkin pemerintah). Sedangkan CSR berdasarkan UU merupakan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam. Tapi dalam praktiknya memang sesuatu yg bersifat filantropi/charity, dan tidak sustainable, sering diklaim sebagai CSR. Menurut saya CSR lebih dari sekadar filantropi dan charity. CSR yang ideal bagaimana memberdayakan stakeholders secara berkelanjutan dalam berbagai bidang. Sehingga korporasi tak hanya mencari profit, tapi juga bertanggungjawab memajukan masyarakat dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. CSR biasanya sudah diprogramkan dan dianggarkan oleh perusahaan. Sedangkan filantropi/charity, kadang insidential dan sekadarnya. Untuk meneliti itu, sebaiknya anda mengorek perusahaan yang dijadikan objek penelitian, apakah CSR tersebut masuk dalam program perusahaan atau tidak. Kalau ya, apakah setelah dijalankan ada evaluasi atau tidak, karena tingkat keberhasilan CSR biasanya dinilai dan diukur oleh perusahaan untuk merumuskan strategi CSR-nya ke depan. Sedangkan filantropi/charity, karena sekadar sedekah selesai diberikan ya sudah selesai begitu saja. Itu saya kira bedanya dengan CSR. Semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kontribusi Teori-teori Komunikasi dalam Komunikasi Inovasi oleh ruangdosen</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/10/kontribusi-teori-teori-komunikasi-dalam-komunikasi-inovasi/#comment-188</link>
		<dc:creator>ruangdosen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:48:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=43#comment-188</guid>
		<description>Bisa menggunakan teori komunikasi massa dan komunikasi antarpribadi. Tergantung konteksnya dimana? Bila pembentukan citranya melalui saluran komunikasi massa, maka teori itu yg dipelajari. Demikian juga kalau menggunakan saluran antarpribadi. Tapi banyak juga yang menggunakan dua saluran itu bersamaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bisa menggunakan teori komunikasi massa dan komunikasi antarpribadi. Tergantung konteksnya dimana? Bila pembentukan citranya melalui saluran komunikasi massa, maka teori itu yg dipelajari. Demikian juga kalau menggunakan saluran antarpribadi. Tapi banyak juga yang menggunakan dua saluran itu bersamaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Peran PR dalam Membangun Citra Perusahaan melalui Program CSR oleh adhita</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2009/01/15/peran-pr-dalam-membangun-citra-perusahaan-melalui-program-csr/#comment-187</link>
		<dc:creator>adhita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 04:57:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/2009/01/15/peran-pr-dalam-membangun-citra-perusahaan-melalui-program-csr/#comment-187</guid>
		<description>saya sangat tertarik dengan tulisan bapak...
perkenalkan nama saya adhita saya mahasiswa semester 7 Univ. Djuanda Bogor, kebetulan saat ini saya sedang membuat penelitian mengenai csr dalam ranah pr. tapi ada beberapa hal yang membuat saya bingung adalah bagaimana membedakan filantropi, charity, n csr???
bila hanya berbentuk charity tetapi dilakukan berkesinambungan dalam periode waktu tertentu apakah sudah dinamakan csr?
karena di tempat penelitian saya semua kegiatan sosiial apapun bentuknya dianggap csr termasuk sponsorship yang saya tau adalah kegiatan marketing pr</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat tertarik dengan tulisan bapak&#8230;<br />
perkenalkan nama saya adhita saya mahasiswa semester 7 Univ. Djuanda Bogor, kebetulan saat ini saya sedang membuat penelitian mengenai csr dalam ranah pr. tapi ada beberapa hal yang membuat saya bingung adalah bagaimana membedakan filantropi, charity, n csr???<br />
bila hanya berbentuk charity tetapi dilakukan berkesinambungan dalam periode waktu tertentu apakah sudah dinamakan csr?<br />
karena di tempat penelitian saya semua kegiatan sosiial apapun bentuknya dianggap csr termasuk sponsorship yang saya tau adalah kegiatan marketing pr</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kontribusi Teori-teori Komunikasi dalam Komunikasi Inovasi oleh Thia</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/10/kontribusi-teori-teori-komunikasi-dalam-komunikasi-inovasi/#comment-186</link>
		<dc:creator>Thia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 13:59:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=43#comment-186</guid>
		<description>Pak kalau membentuk citra produk atau perusahaan menggunakan teori apa ya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak kalau membentuk citra produk atau perusahaan menggunakan teori apa ya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Teknik Penulisan Artikel oleh Sunarto</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/05/teknik-penulisan-artikel/#comment-185</link>
		<dc:creator>Sunarto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 06:13:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=9#comment-185</guid>
		<description>Untuk Mas Badri, terima kasih atas berbagi ilmunya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Mas Badri, terima kasih atas berbagi ilmunya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Citizen Journalism oleh &#187; Peran Warta - Negara virtual jakarta</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2009/01/13/citizen-journalism/#comment-184</link>
		<dc:creator>&#187; Peran Warta - Negara virtual jakarta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 04:15:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=160#comment-184</guid>
		<description>[...] sumber : sumber satu sumber dua [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] sumber : sumber satu sumber dua [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Graphic Design (2) oleh ree</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2008/12/11/graphic-design-2/#comment-183</link>
		<dc:creator>ree</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 04:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=133#comment-183</guid>
		<description>nice info ... mkasih bnyak ea</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice info &#8230; mkasih bnyak ea</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Teknik Reportase oleh ruangdosen</title>
		<link>http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/05/teknik-reportase/#comment-182</link>
		<dc:creator>ruangdosen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:26:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangdosen.wordpress.com/?p=6#comment-182</guid>
		<description>Berita hard news merupakan berita terkini yang penting untuk segera diketahui pembaca, pendengar atau pemirsa. Sifat penulisannya lugas, singkat, langsung ke pokok persoalan dengan mengedepankan unsur 5W +1H. Kalau di media cetak umumnya berita-berita straight news di koran harian. Berita di media online seperti detikcom juga umumnya hard news.
Berita softnews merupakan berita ringan yang struktur penulisan lebih rileks, luwes, dengan content tidak terlalu berat. Biasanya ditulis dalam bentuk feature, sehingga enak dibaca (seperti membaca cerita) dan tidak cepat basi. Soft news ini ada yang dalam bentuk feature yang umumnya bertema human interest, atau news feature (feature yang mengandung unsur berita) misalnya penggerebekan teroris, ditulis dengan gaya narasi bagaimana densus 88 mengintai, lalu mengevakuasi warga, tembak-tembakan, dan seterusnya yang diberitakan dengan seru dan dramatis.
Smg bermanfaat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berita hard news merupakan berita terkini yang penting untuk segera diketahui pembaca, pendengar atau pemirsa. Sifat penulisannya lugas, singkat, langsung ke pokok persoalan dengan mengedepankan unsur 5W +1H. Kalau di media cetak umumnya berita-berita straight news di koran harian. Berita di media online seperti detikcom juga umumnya hard news.<br />
Berita softnews merupakan berita ringan yang struktur penulisan lebih rileks, luwes, dengan content tidak terlalu berat. Biasanya ditulis dalam bentuk feature, sehingga enak dibaca (seperti membaca cerita) dan tidak cepat basi. Soft news ini ada yang dalam bentuk feature yang umumnya bertema human interest, atau news feature (feature yang mengandung unsur berita) misalnya penggerebekan teroris, ditulis dengan gaya narasi bagaimana densus 88 mengintai, lalu mengevakuasi warga, tembak-tembakan, dan seterusnya yang diberitakan dengan seru dan dramatis.<br />
Smg bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
