
A. Pengertian Desain Grafis
Desain grafis adalah sebuah proses kreatif yang mengkombinasikan seni dan teknologi dalam mengkomunikasikan gagasan. Desainer bekerja dengan seperangkat ‘alat’ untuk menyampaikan pesan yang berasal dari sumber pesan atau client kepada audience. Beberapa perangkat yang digunakan antara lain gambar, ilustrasi, lukisan, photography, huruf, angka, grafik dan atau image yang telah di-generate oleh beberpa aplikasi komputer. Desainer membuat, memilih dan mengorganisasikan semuanya atau sebagian dari element dan perangkat tersebut ke dalam sebuah bidang yang dinamakan “white space” dan selanjutnya disampaikan kepada publik sebagai sebuah media komunikasi.
Istilah jurnalisme sastra menurut Andreas Harsono (2000) adalah salah satu dari sekian banyak nama buat genre tertentu dalam jurnalisme. Wartawan Amerika Tom Wolfe pada 1974 memperkenalkannya dengan nama “jurnalisme baru.” Ada juga yang memakai nama “narrative reporting”. Ada juga yang pakai nama “passionate journalism.” Tapi ada yang secara sederhana mengatakannya “tulisan panjang.”
Anugerah Sagang ke-13 yang diselenggarakan 28 Oktober 2008 lalu, merefleksikan dua hal penting dalam khazanah intelektual manusia. Pertama, eksistensi kebudayaan Melayu Riau yang selama ini menjadi fokus penghargaan Yayasan Sagang itu sendiri. Kedua, peluang kebangkitan industri kreatif di Riau sebagai sektor alternatif pengembangan perekonomian masyarakat. Dalam wacana pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, kedua hal itu memang menjadi satu kesatuan.
Jurnalisme investigatif disebut Santana (2003) sebagai sebuah faham yang sudah lama muncul di Amerika Serikat pada abad ke-17. Genre ini merasuki media massa di Indonesia kala Orde Baru. Media massa cetak yang pertama kali menggunakannya adalah Harian Indonesia Raya, di bawah asuhan Mochtar Lubis. Kondisi politik dan ekonomi suatu negara amat sangat mempengaruhi kemunculan dan pertumbuhan jurnalisme investigasi.
Jurnalisme lingkungan dapat didefinisikan sebagai proses kerja jurnalisme melalui pengumpulan, verifikasi, distribusi dan penyampaian informasi terbaru berkaitan dengan berbagai peristiwa, kecenderungan, dan permasalahan masyarakat, yang berhubungan dengan dunia non-manusia di mana manusia berinteraksi didalamnya.
Oleh M Badri
Jurnalisme independen adalah kegiatan jurnalisme yang dalam proses peliputan dan penulisan beritanya tidak melakukan keberpihakan kepada kelompok atau golongan tertentu. Pemberitaan media cenderung cover both side (dua sisi) dan mengakomodir pernyataan kedua kelompok yang berbeda. Sehingga masyarakat mendapat informasi yang benar dan tidak diarahkan untuk membentuk sentimen tertentu.
Jurnalisme damai adalah praktik jurnalistik yang bersandar pada pertanyaan-pertanyaan kritis tentang manfaat aksi-aksi kekerasan dalam sebuah konflik dan tentang hikmah konflik itu sendiri bagi entitas kemanusiaan. Jurnalisme damai pertama kali muncul dalam Kursus Jurnalisme Damai di Taplo Court, Buckinghamshire, Inggris, pada 25 – 29 Agustus 1997. Jurnalisme damai merupakan kritik terhadap “genre” jurnalisme perang yang dikembangkan media-media Barat. Dalam meliput perang di berbagai negara, media-media Barat berpola untuk menempatkan konflik yang terjadi sebagai persoalan “menang-kalah”, “menundukkan-ditundukkan” (Sudibyo, 2006).
Oleh M Badri
Isu gender merupakan isu yang relatif baru bagi masyarakat sehingga seringkali menimbulkan berbagai penafsiran dan tanggapan yang sering kurang tepat tentang gender. Pemahaman mengenai gender menjadi sesuatu yang sangat penting artinya bagi semua kalangan. Terutama pers, dalam menjalankan praktik jurnalisme.
Jurnalisme pembangunan (journalism of development) adalah jurnalisme yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menyadarkan masyakarat tentang pembangunan. Di sini jurnalis berusaha meyakinkan masyarakat akan masa depan, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan.
Jurnalisme pembangunan atau sering disebut “pers pembangunan” dalam praktiknya mengutamakan peranan pers dalam rangka pembangunan nasional negara dan bangsanya dengan tujuan untuk mencapai perubahan ke arah yang lebih baik.
KETERANGAN UMUM
Matakuliah: Komputer Jurnalistik
SKS: 2
Semester: V JR
Jadwal : Sabtu, Pukul 08.00 – 09.40
Dosen : Muhammad Badri, MSi
No. HP: 0819 760 4143
Email: negeribadri@yahoo.com
Weblog: http://negeribadri.blogspot.com
http://ruangdosen.wordpress.com
Deskripsi Matakuliah
Matakuliah ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman tentang komputer jurnalistik. Pembahasan matakuliah ini meliputi pengenalan software komputer jurnalistik dan penggunaannya untuk kegiatan jurnalistik. Kemudian dilanjutkan dengan praktikum komputer jurnalistik berbasis media online.





