Skip to content

Ide dalam Periklanan

April 4, 2010

Ide?

  • Ide adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran (KBBI)
  • Ide adalah gagasan; cita-cita (KBBI)
  • Ide adalah suatu pemikiran, konsep, gambaran mental, yang terkadang bersifat imaginer tanpa ada hubungannya dengan realitas.
  • Ide adalah apa saja yang terlintas dalam pikiran kita pada saat kita mencari suatu solusi.
  • Ide adalah modal utama bagi para insan kreatif dalam mencari solusi untuk masalah pesan komunikasi yang dihadapinya.
  • Ide dapat mengubah sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang kompleks, sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, yang bagus menjadi sangat indah.

Kenapa Harus Ada Ide?

“Karena orang yang bekerja di advertising agency bekerja berdasarkan ide dan semua orang harus memiliki ide dalam mengerjakan setiap pekerjaannya” (Aristantono SWP, Creative Director Dwi Sapta Advertising).

Kenapa Semua Harus Punya Ide?

  • Bukan cuma orang kreatif saja yang bekerja mencari ide untuk sebuah komunikasi produk.
  • Tapi setiap pekerja di dunia iklan harus memiliki pola pikir bahwa semua pekerjaan memerlukan sebuah ide.
  • Untuk sebuah kampanye produk, semuanya berawal dari ide dan kampanye tanpa ide ibarat mahluk hidup tidak punya nyawa.

Dari Mana Datangnya Ide?

  • Ide bisa datang dari mana saja
  • Mulai bangun tidur, di kamar mandi, di jalan, di kantor, di kampus, di pasar, ketika istirahat, bahkan mimpi pun bisa menjadi ide.
  • Salah satu sumber ide adalah imajinasi: kekuatan dari dalam diri kita yang memperbolehkan kita untuk mengalami apa yang telah kita alami, apa yang akan kita alami, dan apa yang tidak akan kita alami; imajinasi dapat menembus batasan ruang, waktu dan realitas.
  • Imajinasi dapat membawa kita ke alam fantasi melalui dunia mimpi, yang sebenarnya adalah cermin dari keinginan dan pemikiran kita yang paling dalam. Kita tidak harus tidur dan bermimpi terlebih dahulu untuk dapat memperoleh imajinasi, tetapi kita juga dapat berimajinasi dalam dunia sadar.
  • Imajinasi sangatlah penting bagi seorang pekerja kreatif, baik seni murni maupun seni terapan, karena imajinasi tidak semata-mata gambaran yang hanya berupa illusi, namun imajinasi dapat membuahkan ide di dalam pikiran kita.
  • Ide bisa datang dalam bermacam-macam bentuk, text atau kata-kata, gambaran atau bayangan, lagu, warna, style atau gaya, dan lain-lain.
  • Penumpang sesak bisa jadi ide iklan minuman segar atau minyak wangi.

Lima Strategi Memancing Ide Baru

  • Seleksi
  • Alteration (perubahan)
  • Spontanitas,
  • Abstraksi
  • Gambaran tak berbentuk.

Proses Kreatif/ Pengolahan Ide

  • Menemukenali permasalahan komunikasi visual
  • Mencari data verbal dan visual
  • Menyusun konsep kreatif yang berlandaskan pada karakteristik target sasaran
  • Penentuan visualisasi final desain untuk mendukung tercapainya sebuah komunikasi verbal-visual yang fungsional, persuasif, artistik, estetis, dan komunikatif.

Melihat Kekuatan Local Idea

  • Ide lokal mempunyai potensi kekuatan justru karena kelokalannya.
  • Ide kreatif yang berangkat dari lokalitas jumlahnya jutaan, dan jika diolah maksimal akan menjelma jadi masterpiece berkelas internasional.
  • Lanskap masa depan ditentukan oleh sekelompok minoritas yang ide-ide besarnya semula dianggap asing, tidak wajar, bahkan gila.
  • Namun kita tidak sekadar mengambil ide mentah belaka. Ex: Riau identik dengan selembayung, songket, warna hijau-merah-kuning, dll.
  • Kita harus membentuk kembali ide-ide dsar itu dengan pemikiran dan kreativitas kita.
  • Karena tidak semua kultur lokal bisa diangkat menjadi bahasa global, ada kemungkinan kultur di suatu daerah bisa bertentangan dengan daerah lain. Ex: cokot (jawa: gigit, sunda: ambil); ketelanjangan di Papua dianggap biasa, tapi di Aceh bisa berbahaya.
  • Pemahaman hal di atas akan banyak membantu tercapainya proses transformasi pesan yang benar-benar pada audiensnya, sehingga tercipta “desain grafis plus” (karya iklan plus), yang pengaruhnya melebar melewati batas-batas lokaslitasnya sendiri.

Tantangannya?

  • Bagaimana membawa muatan lokal yang begitu unik, menarik dan bisa diterima oleh audiens yang tidak mengerti secara jelas kultur budaya yang diangkatnya dalam sebuah karya iklan.
  • Tanpa pemahaman mendalam, maka proses untuk mengakulturasikan ide-ide lokal dengan aspek global tidak hanya bisa mengakibatkan salah persepsi, bahkan bia menjadi bumerang akibat penerimaan negatif target audiens.

MANAJEMEN IDE

  • Meskipun ide didapat dengan gratisan, agar hasilnya maksimal ide juga perlu dikelola. Karena tidak semua ide laku dijual.
  • Tantangan terberat: bagaimana mengubah ide kreatif mempunuai nilai tambah.
  • Untuk mengubah ide menjadi berharga kadang berbenturan dengan mood (suasana hati), yang diperlukan untuk menghasilkan karya di atas standar.
  • Tapi datangnya mood sering tak terduga, kadang muncul membuat kita kreatif, kadang juga menghilang meninggalkan kita dalam kebuntuan ide.

Manajemen mood: Menciptakan kondisi untuk menghidupkan kreativitas

  • Menentukan tujuan yang jelas: Dalam memecahkan masalah akan lebih simpel kalau kita memahami batasan-batasannya.
  • Menyelesaikan pekerjaan ampai tuntas: Penyakit yang bisa menimbulkan kebuntuan ide adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.
  • Menciptakan atmosfer kratif: Agar mood bisa sering datang penting menciptakan suasana kerja dan lingkungan yang kondusif.
  • Berfikir berbeda: Manusia kreatif adalah mahluk yang dinamis, yang tidak begitu nyaman dengan rutinitas yang itu-itu aja.
  • Berani gagal: Tidak semua gagasan kreatif bisa diwujudkan dengan baik. Kegagalan adalah hal yang manusiawi dan dapat menjadi pelajaran terbaik

TUGAS:

  • Carilah ide kreatif iklan suatu produk yang belum dikenal luas oleh pasar.
  • Tuangkan dalam sebuah konsep ide untuk iklan.
  • Dikumpulkan pertemuan berikutnya.

BAHAN BAKU:

  • Jewler and Drewniany. 2001. Creative Strategy in Advertising. 7TH Edition. Wadsworth.
  • M Arif Budiman. 2008. Jualan Ide Segar. Galang Press.
  • Situs Dwi Sapta Advertising
  • Beberapa sumber lainnya yang relevan.

(Konten  ini merupakan handout materi perkuliahan Dasar-Dasar Periklanan pertemuan VI. Dipublikasikan untuk keperluan belajar-mengajar dan sharing pengetahuan)

2 Komentar leave one →
  1. Adi Atma permalink
    Mei 4, 2010 11:08 am

    thanks ya bos pencerahannya..

  2. tuti permalink
    Februari 24, 2011 1:50 pm

    good…sangat membantu untuk materi kuliah saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: