Skip to content

Iklan dan Lingkungan Sosial

April 4, 2010

Dewasa ini iklan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Iklan ada di mana-mana. Mulai bangun tidur ke kamar mandi kita menjumpai reklame yg menempel di pasta gigi, sabun, samphoo, dll. Selesai mandi merias diri juga diterpa iklan. Mulai bedak, parfum, merek di baju, dll. Selesai bersolek pergi sarapan jumpa iklan yang terdapat di kemasan makanan. Apalagi kalau sarapan/ ngopi sambil membaca surat kabar atau nonton televisi, iklan berserakan di mana-mana. Pergi ke kantor/ kampus kita juga menjumpai iklan di poster, baliho, spanduk, dll. Di kantor/ kampus kita juga menjumpai banyak iklan. Sehingga mustahil iklan tak memberi dampak.

PENGARUH EKONOMI

1. Iklan sebagai transaksi atau peristiwa yang ekonomi yang mampu mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat.

  • Iklan sebagai kegiatan jual beli (untuk menyampaikan pesan, pengiklan harus membayar media yang dipilih).
  • Memberi keuntungan kepada agen iklan.
  • Membuka lapangan kerja.
  • Iklan menjaadi salah satu bidang bisnis yang menjanjikan.
  • Industri periklanan menjadi salah satu pilihan kerja yang menjanjikan.
  • Seiring dicanangkannya industri kreatif, iklan menjadi salah satu profesi bergengsi.
  • Saat krisis ekonomi 1998, industri periklanan merupakan satu-satunya industri yang cepat keluar dari keterpurukan.
  • Data AC Nielsen: belanja iklan 2001 Rp 9,717 triliun à 2002 Rp 12 triliun (ada kenaikan 200 % dari belanja iklan 1997). Fantastis!
  • Tahun 1997 ada 179 merek yang diiklankan di media utama nasional à Tahun 2000 ada 237 merek (Cakram, Juni 2000). Artinya kalangan industri masih memberikan kepercayaan melakukan promosi produk melalui iklan.
  • Periklanan mendatangkan pajak besar bagi daerah.

2.  Dampak pesan yang ditimbulkan.

Meningkatkan pemasaran produk.

Kesimpulan?

  • Iklan mampu memunculkan multiplier effect.
  • Iklan tidak hanya menjadi ladang pekerjaan baru yang memberikan keuntungan, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan negara.
  • Iklan ikut memberi andil meningkatkan pembelian masyarakat.
  • Menghidupkan industri barang dan jasa karena ada peningkatan permintaan.

Logikanya?

  • Fenomena konsumerisme memberikan andil pada laju industri.
  • Konsumsi masyarakat meningkat menyebabkan permintaan barang/ jasa bertambah.
  • Sehingga industri menambah persediaan atau membuka cabang-cabang baru.
  • Lajunya pertumbuhan industri barang/ jasa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
  • Pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak.

Hubungan dengan media

  • Media tempat iklan dipasang juga mendapatkan keuntungan ekonomi.
  • Sebab eksistensi industri media sebagian besar tergantung pada pendapatan iklan.

Hubungan dengan konsumen

  • Persaingan antarprodusen barang/ jasa sejenis menyebabkan konsumen mendapat harga lebih murah.
  • Nilai uang menjadi lebih tinggi: dengan sedikit uang konsumen mendapat barang/ jasa berkualitas.
  • Dengan konsumsi berkualitas maka kualitas hidup akan lebih baik.

PENGARUH PSIKOLOGIS

Kognitif

  • Menumbuhkan perhatian khalayak terhadap sesuatu secara lebih tinggi dibanding yang lain (Produk yang diklankan lebih diperhatikan dibanding yang tidak diiklankan).
  • Iklan ikut menentukan minat, kepercayaan, dan keyakinan terhadap produk.
  • Tingkat keyakinan ikut menentukan keputusan dalam memilih produk yang dibeli.

Afektif

  • Iklan ikut menentukan perilaku masyarakat. Misalnya merasa nyaman dan lebih pede menggunakan produk dengan merek tertentu (biasanya yang diiklankan dengan gencar).
  • Masyarakat merasa memiliki kepercayaan termasuk kelas tertentu bila memiliki produk-produk branded. Ex: BMW, Mercy, dll.
  • Memunculkan sikap gengsi lebih tinggi bila menggunakan produk dari negara tertentu. Ex: KFC, Hamburger, dll.
  • Memiliki keyakinan lebih terhadap kualitas produk negara tertentu. Ex: motor jepang dengan motor cina.
  • Iklan mampu memberi nilai tambah bagi sebuah produk meskipun hanya bersifat psikologis.
  • Perasaan konsumen telah dipengaruhi sedemikian rupa oleh iklan, sehingga lebih mantap, lebih nikmat, dan lebih puas.
  • Dalam menggunakan produk, konsumen tidak hanya secara fisik tapi juga disertai imaji-imaji psikologis yang diadopsi dari pencitraan yang dibangun oleh iklan.

“Dalam mengkonsumsi produk, aspek psikologis konsumen ikut dilibatkan, sehingga produk tidak lagi bernilai intrinsik material semata tetapi penuh dengan imaji psikologis yang kompleks.”

Konatif

  • Iklan mampu menumbuhkan sikap konsumerisme masyarakat (sikap cenderung mengkonsumsi barang/ jasa berlebihan, jauh di atas kebutuhan).
  • Sikap demikian menciptakan pemborosan.
  • Di tengah banjirnya ribuan merek dari produk sejenis, sering dijumpai konsumen memiliki pilihan tertentu alias fanatik (brand loyality).
  • Kesetiaan terhadap merek tertentu tidak hanya dipengaruhi kualitas, tetapi kesetiaan konsumen justru akan bangkit bila psikologi konsumen direkayasa sedemikian rupa oleh rekayasa pesan melalui iklan.

“Iklan mampu membangun pengaruh terhadap kesetiaan konsumen pada produk”

PENGARUH SOSIAL BUDAYA

  • Berbagai pengaruh psikologis yang bersifat individu dari iklan, lambat laun akan mengkristal secara kolektif dan menjadi perilaku masyarakat secara umum.
  • Perilaku publik ini membentuk sistem nilai, gaya hidup, standar budaya tertentu, termasuk standar moral, etika maupun estetika.
  • Banyak sistem nilai baru yang lahir dan berubah karena iklan.

Kasus kecantikan

  • Pada era 60-70-an, perempuan cantik memiliki tubuh kurus, kulit hitam dan rambut berombak.
  • Pada tahun 80-an dipelopori iklan, standar kecantikan berubahn menjadi perempuan yang memiliki kulit halus dan lembut. Atas rayuan iklan itu, masyarakat kemudian memiliki standar baru.
  • Tahun 90-an, iklan mengkonstruksi standar baru bahwa seseorang yang cantik yang memiliki tubuh ideal (dengan lekuk tubuh yang jelas), kulit putih, tidak sekadar halus dan lembut.
  • Sekarang ditambah lagi dengan kulit bersinar (Standarnya?)
  • Sehingga standar kecantikan menjadi lebih rumit dan kompleks.
  • Standar kulit cantik tidak cukup dengaan perubahan warna secara fisik (hitam/ coklat > putih), tetapi dari putih biasa menjadi bersinar.

Kasus rambut

  • Iklan shampoo membombardir masyarakar khususnya perempuan dengan standar baru kecantikan rambut.
  • Dulu ranbut yang indah adalah rambut yang sehat dan bebas ketombe.
  • Ketika standar sehat dan bebas ketombe telah usang, ditambah dengan hitam berkilau dan tidak rontok. Tidak peduli apakah keriro, keriting, lurus, atau beerombak.
  • Kalau dulu bentuk rambut tidak diarahkan ke model tertentu, iklan kemudian mengarahkannya kepada rambut lurus. Sehingga masyarakat ramai-ramai melakukan reblonding. Mereka yang keriting atau bbeerombak merasa bukan kelompok yang berambut cantik.
  • Sekarang?

Kesimpulan

  • Kecantikan yang terjadi di tengah masyarakat dikonstruksi oleh iklan: Standar kecantikan versi iklan menjadi patokan standar masyarakat: Standar kecantikan masyarakat diarahkan oleh iklan.
  • Lebih dari itu, iklan juga mempengaruhi mode pakaian. Bahkan berulang setiap tahun melalui perancang mode yang kemudian dikomunikasikan melalui iklan.
  • Perubahan demikian seperti ritual yang berulang sepanjang masa.
  • Pengendalian iklan juga merambah norma, gaya hidup, standar etis, dan estetika lainnya yang mampu dibentuk oleh iklan.
  • Standar2 baru yang dibentuk oleh iklan cenderung seragam. Sehingga di tengah masyarakat cenderung terjdi penyeragaman budaya.
  • Penyeragaman budaya muncul tenggelam sesuai perubahan iklan.
  • Hal ini menjadikan budaya masyarakat cenderung dinamis.

BAHAN BAKU:

  • Idi Subandi Ibrahim. 2007. Kecerdasan Komunikasi. Penerbit Simbiosa.
  • Rendra Widyatama. 2007. Pengantar Periklanan. Pustaka Book Publisher.
  • Beberapa sumber lainnya yang relevan

(Konten  ini merupakan handout materi perkuliahan Dasar-Dasar Periklanan pertemuan IV. Dipublikasikan untuk keperluan belajar-mengajar dan sharing pengetahuan)

One Comment leave one →
  1. Mei 5, 2010 5:01 pm

    makasiii bgt, artikelnya ngebantu banget buat tugas kampus🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: